logo

Adopsi dan Adaptif

Pengembangan Standar Mutu Isi MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo

MI Muslimat NUPucang Sidoarjo adalah madrasah yang menjalin kerja sama dengan Cambridge International Examination sejak tahun 2012. Kerja sama ini dapat diketahui oleh peneliti dari dokumen Cambridge School Ma’arif NU Pucang Sidoarjo dengan ID 276. Madrasah mendapatkan sertifikat tersebut melalui beberapa tahapan yang dilakukan, dan yang terakhir adalah akreditasi dari Cambridge. Selain Cambridge, madrasah ini juga mempunyai afiliasi dengan International Baccalaureate Program (IB), madrasah ini menjadi kandidat IB School pada bulan Desember 2015.

Dengan demikian standar isi guna peningkatan mutu pada kurikulum MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo terdapat dua kurikulum Internasional. Maka madrasah memiliki kewajiban untuk mengembangkan kurikulumnya yang dapat mengakomodir kurikulum nasional dan kedua kurikulum Internasional tersebut. Terkait dengan pengembangan kurikulum standar Internasional, pengembangan standar mutu isi dilakukan dengan integrasi kurikulum nasional dan Internasional dengan sistem adopsi dan adaptif. Sehingga kurikulum madrasah merupakan pengayaan dari kurikulum standar nasional dengan kurikulum standar Internasional Cambridge berbasis Cambridge International Primary Program (CIPP) dan Cambridge International Examination (CIE) serta transdisiplinary science untuk kurikulum Internasional IB. Terkait dengan kurikulum yang diperkaya tersebut, Arina Hidayati, Selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo menuturkan,

MI Muslimat NU Pucang melakukan adopsi dan adaptif sebagai bentuk pengembangan dari kurikulum madrasah. Kurikulum madrasah meliputi kurikulum nasional dan diperkaya dengan kurikulum Internasional dari Cambridge dan International Baccalaureate Program (IB). Kurikulum Cambridge pada tingkat dasar meliputi Matematika, IPA dan bahasa Inggris. Mata pelajaran matematika menerapkan pembelajaran pendekatan realistik Education, IPA menekankan pada Inquiry dan Bahasa Inggris menekankan pengajaran pada kemampuan berkomunikasi. Untuk kurikulum IB pendekatan yang diterapkan adalah lintas disiplin ilmu (transdisiplinary science) dengan tema-tema yang sudah di tentukan dalam IB diantaranya: Who we are?, 2) Where are we?, 3) How to express ourselves?, 4) How the world work?, 5) How to organize ourselves?, dan 6) Sharing the planet. Pada setiap tema juga menyertakan: 1) Key concepts, 2) Skills, 3) Atitude, dan 4) Action.[3]

Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa adopsi dan adaptif yang dilakukan MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo pada kurikulum Cambridge adalah mata pelajaran matematika, IPA dan bahasa Inggris. Sedangkan pada kurikulum IB dengan menerapkan pembelajaran tematik sesuai dengan tema dari IB.

Madrasah harus dapat melakukan perubahan agar dapat meningkatkan daya saing dengan sekolah/madrasah pada umumnya. perubahan yang dilakukan MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo adalah dengan memperkaya materi pada kurikulum nasional dengan kurikulum Internasional terutama pada mata pelajaran matematika, IPA dan bahasa Inggris serta materi lintas disiplin ilmu pada kurikulum Internasional IB. Dengan formula seperti itu akan terjadi perubahan pada kualitas lulusan madrasah dan dapat meningkatkan daya tawar masyarakat pada madrasah ini.

Sebagai satuan pendidikan Islam di bawah Kementrian Agama MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo wajib menerapkan Kurikulum Kementrian Agama dan Kurikulum Nasional sesuai Permendikbud No 22 tentang standar isi. Namun kurikulum madrasah juga di perkaya dengan kurikulum internasional yang kami adopsi dan adaptif. Kurikulum Internasional tersebut adalah Cambridge dan International Beccalaureate Program. Berkenaan dengan hal itu, maka Dokumen KTSP madrasah mengikuti Standar Isi Kurikulum yang berlaku untuk Sekolah/Madrasah Nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 dalam kelompok-kelompok mata pelajaran. Dalam Dokumen KTSP tersebut terdapat mata pelajaran Agama yang memuat mata pelajaran Aqidah, Al-Qurʾān Hadīts, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab, serta mata pelajaran umum dan muatan lokal Bahasa Inggris, Teknologi Informasi & Komunikasi dan Tartīl Al-Qurʾān.

Kurikulum yang dikembangkan MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo untuk mata pelajaran Agama adalah kurikulum 2013 dengan pendekatan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning), begitu juga kurikulum nasional pada mata pelajaran umum yang meliputi PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Penjaskes, Seni budaya dan Prakarya. Namun pada kurikulum nasional model yang di implementasikan adalah tematik integratif.

Implementasi kurikulum nasional di MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo sebagaimana ketentuan dari Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun madrasah ini sudah menjadi Cambridge School, namun madrasah tetap menggunakan kurikulum nasional. Untuk kurikulum nasional mata pelajaran umum dengan metode tematik Integratif sesuai dengan tema yang sudah di tentukan dari pemerintah. Sehingga framework Cambridge maupun IB di integrasikan secara adopsi dan adaptif dalam tema tersebut. Mata pelajaran Agama dan umum pada proses pembelajaran dengan pendekatan berdasarkan masalah. Peserta didik diberikan masalah sesuai dengan tema dan kompetensi dasar agar dapat menyelesaikan dengan bimbingan dan arahan secara langsung dari pendidik.

Sebagai ciri khas MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo, kurikulum madrasah yang dikembangkan adalah mata pelajaran Bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Tartīl al-Qurʾān . Pada mata pelajaran Bahasa Inggris, madrasah mengacu pada frame work Cambridge. sedangkan TIK madrasah mengusung secara mandiri Kompetensi Dasar yang akan dicapai. Untuk mata pelajaran Tartīl al-Qurʾān madrasah ini memakai buku Belajar Membaca al-Qurʾān (BMQ) At-Tartīl yang disusun oleh Tim LP Ma’arif NU Cabang Sidoarjo.

MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo memiliki Kurikulum Nasional dan Internasional  serta Kurikulum Madrasah, untuk kurikulum madrasah bahasa Inggris dimasukkan pada mata pelajaran muatan lokal dengan proporsi dua jam pelajaran. Sedangkan kurikulum Internasional dua jam pelajaran juga. TIK selama dua jam pelajaran dan delapan jam pelajaran Tartīl al-Qurʾān. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris madrasah mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi ujian Internasional Cambridge. Karena Bahasa Inggris salah satu dari tiga mata pelajaran yang diujikan secara Internasional. Maka dari itu madrasah mengacu frame work cambridge dalam proses pembelajarannya. Pada mata pelajaran TIK, MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo menyusun secara mandiri KD yang akan diajarkan, sedangkan Tartīl al-Qurʾān dengan model pembelajaran intensif dengan rasio seorang guru mengajar maksimal dua puluh) peserta didik sesuai dengan kemampuan bacaan al-Qurʾānnya menggunakan buku at-Tartīl. Dengan kurikulum madrasah tersebut, kami berharap peserta didik kompeten dalam berbahasa, expert dalam penggunaan IT dan Tartīl dalam membaca al-Qurʾān sehingga dapat memenangkan persaingan di era global.